Henry's posts with tag: who is bule
Rabu kemarin tanggal 31 Okt 2007 kembali saya bertugas ke Jakarta.... sebetulnya ya males sih karena harus bawa mobil sendiri tetapi ya sudahlah dinikmati saja perjalanan dinasnya. Berangkat jam 5:45 pagi akhirnya harus antri juga sebelum masuk pintu tol kota Cawang. Thats okay sejak saya pakai BB saya bisa cicil pekerjaan membalas email dan berkomunikasi dengan siapapun. Sebetulnya sih gak dibenarkan membalas email pada saat memegang setir kendaraan tapi ya kadang itu lah asiknya kalau lagi macet. Akhirnya setelah beberapa urusan selesai tiba waktunya makan siang, karena harus ketemuan dengan beberapa teman di Elektrindo maka merapatlah ke arah Mampang dan Kuningan. Rumah Makan Padang di Jalan Woltermongosidi dan di sebelah ATM BCA jadilah pilihan tempat untuk makan siang. Ya memang sudah pernah kita makan siang disini dan memang saya mencari Ikan Bilis yang mereka sajikan cukup gurih. Kemudian kami bertiga ambil meja persis dekat kasir restoran. Tak lama kemudian datanglah pelayan dan menyajikan berbagai jenis masakan Padang. Yang terlintas olehku adalah sambal hijau dan daun singkong, rendang dan ikan bilis. Tak lama kemudian Pak Bobby tidak sabar membuka rokoknya dan membakarnya. Tentunya menghisapnya dalam-dalam juga. Setelah teman nasi terhidang memenuhi meja kami kemudian kami menunggu nasi putih dan piring makan. Rasanya sangatlah sulit makan masakan Padang tanpa nasi putih hehehhehehe. Restoran Padang ini disupervisi oleh seorang wanita bukan pribumi... tapi bukan juga Cina... lah saya sih gak pernah anggap Cina itu bukan pribumi kok kecuali orang Cina daratan. hehehehehhe So sepertinya si tante ini turunan Belanda kalau dilihat dari fisik dan mukanya. Tiba-tiba si tante langsung menyapa Pak Bobby dan bertanya "kok sudah merokok tapi makanya belum.... makan dulu baru merokok..." Dalam hati saya.. wah si tante ini kok jadi 'someah' heuheuehueheuehuehe soalnya beberapa bulan yang lalu saya pernah makan disini dan memang tidak sefriendly ini. Yah wajar dong kalo namanya rumah makan harus memberikan suasana menyenangkan seperti di rumah sendiri. Kontan Pak Bobby bingung mau jawab apa dan akhirnya beliau menjawab dengan ragu-ragu..."eh iyah kebiasaan".... Wah akhirnya Nasi Putih datang juga.. dan makanlah kami bertiga... wah memang gurih goreng Ikan Bilisnya... mantaaap bow.... Setelah melahap ekstra nasi putih, sisa rendang masih ada sedikit dan akhirnya saya sikat bersih saja semuanya. Wah piringnya bersih bagaikan dilap... emang rasanya sayang banget kalo sisa rendang walaupun cuma bumbunya masih tersisa di piring.... Akhirnya habislah 2 nasi putih, rendang, daun singkong, goreng ikan bilis dan sambal hijau yang segar dan pedas..... Gak asik lah kalo makan di Restoran Padang tanpa daun singkong dan sambal hijau. Waktunya menikmati jus Sirsak datang dan akhirnya saya sedot sedikit demi sedikit.... Kemudian si tante datang lagi ke meja kami... wah pikir aku emang harus dekat dengan customer jika memang mau keep on business... Si tante berujar kembali, "Kantornya dimana Pak ?..." wah kami yang dari Bandung tidak menjawab langsung... Pak Bobby akhirnya menjawab dengan nada pelan, "Kami di Bandung kantornya..." Jawab si tante..."wah kalau gitu harus bawa batagor... apa itu yang enak di Bandung batagornya... batagor Riri ya......" Kemudian dengan iseng dan reflek saya langsung bilang...."lah bule doyan batagor" Kemudia si tante dengan nada kecut bilang, "maaf ya saya tidak suka dipanggil bule, jangan panggil saya bule...." Ngeloyor saja si tante ini ke arah kasir dan mencoba menegur kasir dan pelayan untuk sebuah pekerjaan. Ternyata kenapa si tante tanya-tanya dimana kantor kami sebabnya adalah karena Restaurannya sedang ada promosi delivery lunch dan promosi katering pesanan untuk makan siang. Artinya si tante lagi mencoba memarket produk baru dari restoran padang ini.
Dalam benak saya terfikir : 1. Jadi seorang marketter kok harus tersinggung ya sama hal begini.. harusnya punya senjata lagin untuk membalas ledekan saya tadi. 2. Berarti emang bener BULE si tante ini.. karena kok kenapa harus tersinggung...bisa kan dia membalas dengan kalimat "eh dulu saya bule sekarang sudah menjadi orang padang...." untuk mencairkan suasana. 3. Menjadi seorang marketer itu harus gigih, tahan banting, tahan iman, tahan mental... kalau seperti si tante mah bener-bener masih harus belajar banyak lagi. 4. Setersinggung apapun sama calon atau customer harusnya jangan disimpan dihati karena customer kita adalah raja. Sebisa mungkin kita selalu intropeksi dengan diri kita sendiri. 5. Selalu prepare for the worst condition... jadi marketer kita harus smart.. jangan sampai disudutkan begitu saja.
Yang pasti setelah si tante cuekin kita semua rasanya kesan sebelumnya terhadap hospitality si tante hilang...
Tapi ya sudahlah sebetulnya yang LOSS adalah mereka. Kami datang makan disana kan bukan karena kebulean si tante, tapi karena memang masakanya kami suka saja. Dan kami kan membeli bukan mencari gratis.....
So akhirnya saya pulang setelah membeli ekstra 2 bungkus goreng ikan bilis untuk Akbar dan istri dirumah.
So pesan saya.... be nice to everyone.... coz being nice is not expensive and its easy...
| |
|